Showing posts with label Bodhisattva. Show all posts
Showing posts with label Bodhisattva. Show all posts

Thursday, October 18, 2018

Apakah Buddha , Arahat, Bodhisattva sebuah tingkatan gelar atau seperti apa pemahamannya didalam Kelenteng


Apakah Buddha , Arahat, Bodhisattva sebuah tingkatan gelar atau seperti apa pemahamannya didalam Kelenteng

Sakyamuni Buddha
Terdapat perbedaan pandangan antara beberapa aliran besar Agama Buddha dalam menyikapi hal ini, akan tetapi disini kita tidak menginginkan perbedaan ini dibedah untuk mencari-cari permasalahan, akan tetapi sekali lagi didalam kelenteng Buddha menjadi satu dan hanya dipakai pandangan secara umum saja.

Berikut beberapa sumber yang kita rangkum secara sederhana sehingga pembaca blog ini lebih gampang untuk memahami apa itu Buddha, Arahat, dan Bodhisattva.

http://www.buddhistonline.com/tanya/td114.shtml
https://www.mail-archive.com/dharmajala@yahoogroups.com/msg04600.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Bodhisatwa
https://dhammacitta.org/buku/para-arahant-boddhisattva-dan-buddha.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_dua_puluh_delapan_Buddha
  
Seorang Buddha adalah mereka yang telah mencapai kesucian, dan ia juga disebut sebagai Arahat, dan sebelumnya pastilah mereka sebagai calon Buddha atau biasa disebut Bodhisattva.

KeBuddhaan adalah sifat-sifat dari ajaran Sang Buddha dimana Buddha adalah tujuan hidup, dan siapapun bisa menjadi seorang Buddha .

Dalam pengertian sehari-hari, orang yang telah mencapai kesucian dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu:

Sammasambuddha
ia yang telah mencapai kesucian karena perjuangannya sendiri dan mampu mengajarkan Dhamma (Buddha Dhamma) sehingga orang lain mencapai kesucian yang sama. Kelompok pencapaian kesucian inilah, yang biasa hanya disebut sebagai Buddha.

Savakabuddha
adalah para murid Sammasambuddha, yang setelah mendengar pelajaran Beliau, mereka juga mencapai kesucian yang sama, dan mereka juga mampu mengajarkan Dhamma. Kelompok pencapaian inilah yang sering hanya disebut sebagai Arahat.

Paccekabuddha
adalah mereka yang melaksanakan Dhamma dan mencapai kesucian, namun tidak memiliki kemampuan untuk mengajarkan Dhamma kepada orang lain sehingga mencapai kesucian.
18 arahat

Persamaan Buddha dengan Arahat, yang sama adalah musnahnya kekotoran batin secara total.

Sedangkan perbedaannya:
  • Paramita yang dihimpun berbeda lamanya.
  • Ketika pertama kali Bodhisattva bertekad menjadi Buddha, ia telah memiliki potensi untuk menjadi Arahat.
  • Tanda istimewa tubuh fisiknya, untuk Buddha ada 32 tanda manusia agung.
  • Buddha sebagai penemu kembali Dhamma, sedangkan Arahat bukan menemukan kembali melainkan merealisasi ke-Arahatan dengan mengikuti ajaran Buddha yang ada.
  • Buddha pasti memiliki tevijja, sedangkan Arahat belum tentu memilikinya.
  • Buddha pasti sebagai manusia, sedangkan Arahat tidak harus manusia, bisa deva, bisa brahma.

dan masih banyak lagi perbedaannya.

Bodhisattva digambarkan sebagai
Guan Yin Bodhisattva

  1. Seorang Bodhisattva adalah calon Buddha.
  2. Seorang Bodhisattva berikrar untuk menjadi Buddha.
  3. Seorang Bodhisattva berjuang demi menguntungkan makhluk lainnya, atau menghapus penderitaan sehingga semua mahkluk mencapai kebuddhaan.
  4. Para Bodhisattva juga menerima ramalan pencapaian Kebuddhaan  (vyakarana) dari Buddha-Buddha terdahulu.


Perbedaan Bodhisattva dan Arahat
  • Bodhisattva dapat terlahir kembali karena ikrarnya, sedang arahat sudah mencapai nibana.
    Bodhisattva Sumedha bersujud dihadapan Dipankara Buddha
  • Bodhisattva belum tentu seorang brahmana(biksu) sedangkan arahat selalu ikut dalam membabarkan dhamma, Bodhisattva memiliki berbagai jalan lain untuk memupuk kebajikan.
  • Seorang Bodhisattva dapat melampaui para Sravaka dan Pratyekabuddha dalam hal berikut, ia mencapai Nirvana, namun ia keluar lagi darinya, inilah yang membedakannya dengan Para Sravaka (Arahat) dan Pratyekabuddha. hal ini juga dilalui oleh Buddha Sakyamuni dengan dahulunya beliau memakai nama Bodhisattva Sumedha.