Dipankara Buddha (Dīpaṃkara) / RanDeng GuFo / 燃燈古佛 / མར་མེ་མཛད།
![]() |
| Dīpaṃkara |
Dipankara dalam bahasa sansekerta mempunyai makna
"Burning Lamp" / "Lamp Bearer" yang mempunyai arti
"Pelita Yang Menyala" / "Pembawa Pelita" Oleh karena itu
Buddha Dipankara mempunyai makna "Buddha Pembawa Pelita" /
"Buddha Pelita Yang Menyala".
Menurut legenda, Buddha Dipankara terlahir pada malam hari.
Pada saat Beliau lahir, tubuh-Nya memancarkan sinar yang menerangi seisi
ruangan menyebabkan satu ruangan penuh dengan cahaya yang terang benderang.
Oleh karena itu, kedua orang tuanya menamakan-Nya Dipankara.
Buddha Dipankara diperhitungkan sebagai guru bagi Buddha
Shakyamuni di dalam garis suksesi Shakyamuni mencapai pencerahan sempurna
sebagai Buddha dan juga disebut sebagai "Buddha Masa Lampau". Ada
banyak sekali kuil / vihara yang menahbiskan atau memberi penghormatan kepada
"Para Buddha Dari Tiga Masa" yang diabadikan sebagai Dipankara Buddha
(di sisi kiri), Shakyamuni Buddha (di tengah) dan Maitreya Buddha (di sisi
kanan). Mereka disebut "Para Buddha Dari Tiga Masa" yang
me-representasikan "Tiga Masa" yaitu "Masa Lampau, Masa Kini dan
Masa Depan".
Dipankara Buddha secara umum digambarkan sebagai sosok Buddha
yang sedang duduk, namun penggambarannya sebagai sosok Buddha yang sedang
berdiri umum di Tiongkok, Thailand, dan Nepal. Dengan tangan kanan-Nya yang
secara umum membentuk "Mudra Perlindungan" / "Abhaya Mudra"
dan seringkali membentuknya dengan kedua tangan-Nya.
Dalam novel sanbao daren xiaxiyang, sebuah novel fiksi yang
ditulis berdasarkan pelayaran Zhang He, disebutkan bahwa Dipankara adalah
pemuka salah satu negeri Budhha, dalam novel Fengshen Ia diadopsi sebagau RanDeng DaoRen (kepala para dewa). Hari lahirnya diperingati pada tanggal 22
bulan 8 imlek.
Sumber
https://zh.wikipedia.org/wiki/%E7%87%83%E7%81%AF%E4%BD%9B
